Wiwin oh Wiwin!
Senin, 24 Mei 2010 | Kurniawati Jamaluddin

Oke, saya mau lanjut cerita tentang teman saya yang (kayaknya) kesurupan itu. Ya, Wiwin namanya. Akhir-akhir ini dia memang lagi sering melamun padahal dia itu tipe cewek ceria yang aktif (suara cemprengnya tidak pernah absen seharian) tapi entah dua hari belakangan ini dia terlihat tidak begitu bersemangat, kerjanya kalau bukan tiduran, ya melamun sambil mainin hape. Selain bertingkah di luar dari biasanya, ia juga selalu mengeluh perihal tantenya yang galak luar biasa (dia tinggal di rumah tantenya, karena mama papanya di Kalimantan), juga tentang persoalan cintanya yang sangat tidak menyenangkan. Huummh, kalau diliat dari bodynya yang lebih persis dibilang anak SMP (bahkan teman kelas saya menjulukinya capiyu yang dalam bahasa Indonesia itu Sapu Lidi), pasti kita gak bakalan nyangka kalau dia sudah dibebani dengan kerumitan cinta yang tak ubahnya benang kusut (dan ya, cinta emang gak pandang body sih bo').
Heemh, lanjuutt ke tragedi (yang kayaknya) kesurupan itu ---->>
Setelah teriak-teriak gak jelas sampai tiduran di lantai dan menendang-nendag ke udara, Wiwin menangis sejadi-jadinya. Saya panik gak ketulungan, teman-teman yang ada di kelas langsung ikutan keluar ngeliat sang Miy*bi junior itu bertingkah layaknya orang kesetanan. Bu Muhayyang langsung nyuruh saya manggil pak Hakim, saya lagsung aja lari nyari Pak Hakim, guru yang dikenal ahli dalam dunia 'gitu'an.
Saya : Pak, dimana Pak Hakim? (saya bertanya di pak Anis, guru Math saya)
Pak Anis : Pulangmi kayaknya, kenapa?
Saya : (menunjukkan wajah panik bin takut) Ada temanku kesurupan pak, Wiwin!
Pak Anis : (nunjukin muka santai kayak di pantai) Ohh...lepas saja kos kakimu baru kasi' ciumki, langsung sadar itu!
Saya : (diam sambil berpikir, kabel-kabel di otak belum kepasang semua bo') Heh?
Pak Anis : Iya, kasi cium saja kos kakimu!
Saya : Masih hari senin pak, belumpi bussu' kos kakiku! (loh, kok jadi gini sih?)
Pak Anis : Hahahahahahahahh.
Saya : (merasa dikerjain langsung aja ngeloyor pergi!)
Setelah percakapan konyol yang sungguh tidak tepat waktu itu, saya lalu berlari ke arah ruang BK karena tadi saat saya lari mencari pak Hakim, teman-teman saya yang lain menggotong Wiwin ke ruang BK.
Singkat cerita pas abis ngecek kondisi Wiwin yang udah tenang sambil tiduran di ruang UKS merangkap ruang BK (entah saya bangga atau malu untuk ruang yang sungguh multifungsional ini) tiba-tiba Pak Hakim udah nongol aja sambil nampilin wajah misteriusnya yang santai. Abis itu dia bangunin Wiwin terus nyuruh Wiwin minum, abis itu beliau nanya-nanya Wiwin. Dari percakapan Wiwin dan Pak Hakim itu, saya baru tau kalau tadi Wiwin teriak-teriak karena pandangannya jadi merah dan tampak menyeramkan. Hiiiii. Kata Pak Hakim sih, Wiwin ditempelin sama Hantu Gadis Janda (gadis yang janda gitu? Humh, dunia persetanan memang selalu sukses membuat dahi saya berkerut).
Setelah Pak Hakim datang, Wiwin jadi lebih tenang dan huufth saya jadi ikutan lega woy! Syukurlah, jangan gitu lagi ya Win, gak tega ngeliat kamu gitu!
Oke, sekarang saya rindu sama suara cempreng binti melengkingmu yang kadang bikin saya sebal sendiri :D
0 komentar:
Posting Komentar