Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Buroncong!

Kamis, 20 Mei 2010 | Kurniawati Jamaluddin

Di luar, angin bertiup kencang. Saya masih berdiri di balkon rumah sambil melihat pohon-pohon berbatang kurus yang berjoget seakan suara hembusan angin layaknya musik alam yang berirama syahdu. Suara adzan Ashar terdengar samar-samar, suara tawa anak-anak yang asyik lari-larian menuju ke rumah masing-masing karena sepertinya hujan akan turun sebentar lagi juga mengisi ruang dengarku. Sore mendung yang indah.

"Broncooong" teriak seorang lelaki tua dengan diiringi suara reot gerobaknya.
AH, Buroncong. Makanan yang dulu selalu jadi cemilan saya di pagi dan sore hari. Sekarang, tidak lagi. Entah karena lidah saya yang mulai terbiasa dicekoki makanan-makanan modern atau memang saya-nya yang sok tidak mau makan gituan, entahlah. Saya bingung sendiri.

Tapi, setelah gerobak dan aroma buroncong itu mulai menghilang saya tiba-tiba berteriak kayak orang kesetanan : "BRONCOOOOOOONG!"
yeah, lelaki tua itu terlihat memutar gerobaknya ke depan rumah. Saya lalu berlari turun membeliburoncong panas yang terlihat begitu enak dengan aroma kelapa bakar yang heeeemh Yummy!



Well, saya mau berbagi resep buroncong kepada pembaca blog saya yang budiman hehehe :

Buroncong terbuat dari tepung terigu, parutan kelapa (pilih kelapa yang berukuran muda, buang kulit kasarnya) gula pasir(putih), soda kue, dan sedikit garam. Semua bahan disatukan dalam satu adonan diaduk hingga rata dengan air. Adonannya biasanya agak encer.

Setelah adonan siap. Masukkan delam cetakan buroncong yang telah dipanaskan dengan bara api, jangan lupa olesi dulu cetakannya dengan minyak kelapa menggunakan kuas atau daun pisang agar adonannya tidak lengket (paling enak kalau bahan bakarnya kayu arang). Setelah adonannya kelihatan mengembang dan pinggirannya agak berwarna coklat pertanda kue buroncongnya sudah jadi. Nah, siap diangkat menggunakan gancu (biasanya tukan buroncong ahli memainkan ini).

sumber : http://southcelebes.wordpress.com/2008/09/20/buroncong-penganan-khas-makassar-saat-sarapan/


Oh iya, selain enak, tersedia berbagai macam rasa dan harganya murah (Rp.500/buah bo') makanan ini juga khas Makasar loh! So, Silahkan daaaah mencicipi penganan khas daerah kita! Ewako hehehehehh

Tags: , , | 2 komentar

2 komentar:

CHI CHI mengatakan...

Ini dia jajanan pasar yang dinamai Buroncong. Walaupun sudah lama tidak memakannya, tapi inilah kue masa kecil saya di Makassar.

CHI CHI mengatakan...

saya ada baca di Tribun Timur makassar, bahwa sekarang aneka rasa Bunroncong sudah mulai dijual dalam aneka rasa seperti rasa coklat, dan keju. Saya berpikir, itu harus supaya kita punya variasi rasa. Jangan sampai muncul ditempat lain dengan rasa dan bentuk yang sama. Ini mi Kue yang paling berat di dunia..... hehehehehe. Silahkan mencicipi, bro. Wassalam Chichi di Balikpapan

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>