Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Hujan di bulan Mei.

Selasa, 11 Mei 2010 | Kurniawati Jamaluddin

Hujan. Langit menghitam dengan sedikit dekorasi awan putih yang terlihat begitu empuk. Butiran-butiran air mulai membuat kaca pete'-pete' yang saya tumpangi itu terlihat buram.

Saya dan Tika berbincang banyak di atas pete'-pete', mulai dari Fatin, Lili sayang, nasib filmku, nasib filmya, blog teman saya, blognya, blog saya, sampai cerita tentang adek si Fatin yang gak tau mau lanjut di mana.

***

Pagi yang terlalu cerah ini saya ke sekolah rada ogah-ogahan selain karena ngantuk juga karena mengingat pelajaran hari ini sangat membosankan -,- Sejarah tiga jam lanjut Seni sejam lanjut Sosiologi dua jam terus lanjut Agama dua jam huwaah, sepertinya hari ini akan menjadi hari yang melelahkan!

Sesampainya di kelas, ada yang asyik nyalin peer ada juga beberapa teman saya sudah asyik membentuk lingkaran tanda sedang bergosip, mau gabung tapi lagi gak minat nabung dosa pagi ini.

Ale kelaparan, akhirnya dengan alasan solidaritas sebagai saudara saya menemani dia makan, padahal kantin juga belum terbuka betul, baru ada kak Ros si penjual mie rebus dan nasi kuning.
"Weh, habismi tiket" tiba-tiba Ale berseru, alisku berkerut. heh?
"Tiket apa sede` kau?"
"Tiket menuju ke surga, heheheheheeee" Ale cengengesan. Saya tersenyum menyeringai, nyontek darimana lagi tuh satu kampret? hehehehehh

Gak lama Udin sang tukang bakso berbadan mirip barang dagangannya sendiri itu datang mendorong gerobaknya.
"Mauka' Udin deh!" akhirnya Ale pun memesan semangkuk bakso, eh, lebih tepatnya memasan semangkuk krupuk pangsit. Saya jadi ngiler, akhirnya ikutan pesan dengan porsi kecil jiaaahh

Sepertinya saya dan Ale kelamaan makan, setelah kembali ke kelas, ternyata bu Sri Subekti sudah di dalam. Gawat! Di depan kelas ibu Muhayyang (wali kelas saya tercinta) dan bu Rita (guru seni saya) asyik ngerumpi.
"Elele, dari mana meko itu kau berdua?"
"Temani ini ibu satu makan bu ehh..." jawabku sambil menunjuk Ale.
"Ih baru dia makan tonji"
"Hehehehe...masukma` ini bu? Bagusji moodnya ibu Sri kah bu?"
"Iya masuk meko dari pada tambah marahki naliatko di sini!"
"Iyek pade` bu!" Ucap Ale.

Pas mau masuk. Ku lihat mata wanita berjilbab besar di depanku itu, memerah!
"Ih bu, kenapa merah mata ta`? Habiski` nangis?" ujarku lalu memeluk wali kelas yang sangat kusayang itu.
"Iya ini..."
Pas ibu Muhayyang mau melanjutkan ucapannya, eh ibu Sri nongol. Huhh. Jadilah kami digiring masuk kelas dengan cara yang tidak terhormat.

Pelajaran sejarah terlewati dengan sulit, sempat disuruh naik menghafal nama-nama penemu tapi pas di depan meja bu Sri, eh ibu Sri malah ngajak gosip oalah -,- tapi gak papalah, kebetulan saya juga gak ngapal tuh yang disuruhin hihih asyik asyik

Setelah sejarah, ibu Rita masuk. Beliau langsung manggil saya dan menanyakan soal kesiapan teman-teman saya. Huah, satu lagi nih tanggung jawab yang mesti dipertanggung jawabkan. lol

Setelah seni, istirahat pertama. Alhamdulilah hari ini bukan jadwal nyiar, lagi gak mood soalnya!

Singkat cerita, pas lagi asyik online bareng Ale, Tami, Aul dan Qais eh salah seorang teman saya nge-sms kalau tas kami digiring ke BK. Hammaaa`, kedua kalinya saya masuk BK dengan alasan yang sangat gak keren, bolos karena online!

Huwaaaah. Sungguh hari yang menyebalkan!

***

Titik hujan membasahi rok dan tas Tika. Ah, ternyata becak ini bocor. Pandanganku buram gara-gara pembatas air dari plastik becak itu, jalan dan rumah-rumah di depanku jadi terlihat abstrak.

Hujan sore hari,
Hujan di bulan Mei yang indah.
Hujan-nya Utopia, berdendang ajaib di telingaku. Syahdu. Merdu.

Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu

Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak ’kan berubah

Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri


Selalu ada cerita
Tersimpan dihatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air

Aku bisa tersenyum
Sepanjang hari
Karna hujan pernah menahanmu disini
Untukku ...

Tags: , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>