Siang Indah Itu
Rabu, 05 Mei 2010 | Kurniawati Jamaluddin
Sabtu, 1 Mei 2010
Tanggal baru yang juga memberi semangat baru di awal bulan . love it :*
11.09am
Bel istirahat. Pak Muslimin baru saja mengisi jam pelajaran tapi beliau hanya berbincang sedikit dan seperti biasa, di setiap pertemuan pasti ada saja motivasi yang diberikan oleh beliau. Oh ya, beliau juga mengingatkan kami akan kesepakatan yang pernah kami sepakati setahun lalu :
Selama setahun saya akan belajar :
1. santai dan menyenangkan
2. teorinya 30%, prakteknya 70%
3. materi yang dipelajari bertujuan untuk :
a. melatih rasa percaya diri
b. melatih diri untuk disiplin
c. melatih diri untuk tanggung jawab
d. tidak menunda-nunda waktu
Untuk mencapai tujuan diatas materi yang akan dipelajari antara lain :
1. wawancara
2. penelitian
3. bermain drama
4. membuat film pendek
5. resensi buku
Ketiga kesepakatan diatas tujuan akhirnya adalah untuk mencari jawaban siapa sebenarnya diri saya.
Kerugian yang akan didapatkan apabila kita tidak mengerti diri sendiri
1. rugi materi atau uang
Rp. 10000/hari * 360 hari = Rp. 3.600.000
2. biaya sekolah = Rp. 3.600.000
3. biaya gaul = Rp. 1.800.000
4. biaya trasportasi = Rp. 1.800.000
Total = Rp. 10.800.000
karna saya punya saudara 3 maka pengeluaran orang tua saya sebesar Rp. 32.400.000
Total biaya ini ditanggung orang tua insya Allah 7 tahun kedepan kami akan sukses dan menghabiskan biaya Rp.226.800.000
Kesimpulan : Bila kesepakatan ini tidak berjalan, bayangkan banyaknya kerugian yang sudah kita hasilkan!
Entah kenapa tiba-tiba Pak Muslimin berjalan mendekatiku saat istirahat. Ari dan Ale juga ikut nimbrung ketika melihat kami berbincang.
Pak Mus : "Jadi mengerti ji apa yang tadi saya bilang?"
Saya : "Iya pak" (tersenyum kaku)
pak Mus : "Tidak akan ada orang yang melarang kalau yang kamu lakukan itu adalah kebaikan, dan ingat saja sesuatu yang dikerjakan dengan senang dan ikhlas akan berakhir luar biasa"
Saya : "Iya pak"
Sungguh saya amat mengagumi sosok penuh motivasi di depan saya ini. Sekitar 40 menit kami asyik berbincang, banyak kisah-kisah hebat dan tentunya motivasi-motivasi luar biasa yang mengingatkan saya pada salah satu kutipan favorit saya di buku Dunia Tanpa Sekolah : "bagaimana mungkin saya menyesali nasib kalau ada banyak hal yang sesungguhnya perlu disyukuri ?" yeah, terlalu ironis rasanya bila hidup yang singkat ini hanya digunakan untuk mengutuk nasib sendiri !
Bel masuk berbunyi. Kami masih berbincang, semakin ke sini saya semakin terharu dengan semua cerita beliau, sungguh ini percakapan luar biasa ! Mata saya sudah panas tapi malu rasanya harus terlihat cengeng di depan orang yang baru saja berbicara tentang kekuatan menjalani hidup, yeah.
Tapi,
Saat bercerita tentang masa lalu mata penuh keyakinan itu mulai berair, melihat itu saya yang memang sudah dari tadi mau nangis malah ikut-ikutan mewek. Tuhan, sungguh beliau tidak terlihat lemah, kharisma beliau seakan lebih terpancar dengan cerita-cerita mengharukan yang penuh inspirasi.
Terlihat susah kulihat beliau merangkai kata dengan kondisi mata memerah dan nafas berdesak seperti itu tapi tetap saja beliau melanjutkan ceritanya dan akhirnya beliau mengakhiri percakapan indah siang itu dengan kalimat yang sungguh memompa semangatku untuk tetap melakukan kebaikan dengan senang dan ikhlas.
Terima kasih Pak untuk siang indah itu :'D
Tags: aktivitas rutin, besteacher | 2 komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
my favourite teacher,i love so ;)))
yeah, love him too :X
Posting Komentar