Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Captain Underpants and The Attack of The Talking Toilets

Rabu, 12 Mei 2010 | Kurniawati Jamaluddin


Sekarang lagi asyik baca buku yang seharusnya dikonsumsi oleh anak 9 tahunan tapi egepe daah wong tidak ada larangan atau batas maksimum umur pembacanya hihihi. Judulnya : "Captain Underpants and The Attack of The Talking Toilets".

Isinya lucu deh, tentang dua anak yang suka bikin komik tapi lebih suka lagi bikin ulah. Nama dua anak itu George Beard dan Harold Hutchins, mereka membuat komik tentang kepala sekolahnya yang katanya supersirik : Mr. Krupp. Suatu hari, karena mereka malas mendengar ocehan Mr. Krup, George dan Harold membeli cincin hipnotis 3 dimensi untuk menghipnotis Mr. Krupp menjadi tokoh penumpas kejahatan yang dijuluki : Kapten Kolor. Dan di sinilah cerita konyol dan tidak masuk akal itu dimulai. Ah males cerita dah. Hahahahahahahh tapi mau ketawa kayak saya? silahkan daah beli bukunya sendiri atau pinjam sama saya juga boleh, sehari Rp. 30.000 aja deh special promo :D

Finally, buku ini tuh tokcer deh, banyak kejadian-kejadian kejutan ala anak-anak yang selalu bikin saya tertawa. Dav Pilkey betul-betul lihai membawa kita ke kisah petualangan penuh aksi, penuh tawanya George dan Harold!

***

Setelah membaca buku ini, entah apa yang terjadi dengan koneksi impuls-impuls saraf di otak saya sehingga tiba-tiba berpikir saya ingin sekali seperti dua bocah ingusan itu. Mereka tidak takut akan segala resiko, sekalipun menyangkut keselamatan fisik mereka demi mengejar sebuah impian yang menurut sebagian orang besar (baca: dewasa) adalah tindakan bodoh karena membahayakan diri sendiri: mengacau lomba karya ilmiah sekolah. Sudah banyak orang yang melarang dan memarahi mereka, bahkan mereka sudah berapa kali dihukum bahkan sampai diskors tapi anak-anak itu justru sangat bersemangat dan penuh gairah melakukan hal yang mungkin saja akan mewujudkan impian mereka, tidak peduli apa kata orang dan sebesar apa resikonya. Ah, saya iri!

Kalau sudah begini jadinya saya jadi ingat semasa kecil, tentu kita pernah bermimpi banyak hal, macam-macam, mengawang-awang, bahkan sering tidak masuk akal. Sewaktu masih pra sekolah, saya pernah bermimpi jadi putri salju (bahkan gara-gara itu sprei di kamar saya gambar putri salju), baik hati, manis dan lembut serta berteman dengan siapa saja dan akhirnya mendapat pangeran impian dengan sebuah ciuman. Saya juga sempat bercita-cita ingin menikah muda setelah melihat ibu muda asyik bercerita dengan anaknya yang masih belia, senang rasanya melihat mereka terlihat begitu kompak. Hihihihh

Well, Saya tidak ingin melihat dari sudut pandang yang menilai mimpi-mimpi anak-anak itu suka macam-macam, mengawang-awang, dan sering tidak masuk akal. Saya ingin mengambil sisi positifnya saja bahwa anak-anak kalau bermimpi selalu penuh semangat, percaya diri, tidak peduli bacot orang lain, dan berani terhadap segala resiko, sebesar apa pun, seperti yang dilakukan George dan Harold itu.

Saya ingin seperti anak-anak yang tidak pernah takut bermimpi, tapi saya juga ingin dewasa dalam mengambil keputusan dan pilihan hidup

Tags: , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>