Hai Oktober!
Jumat, 01 Oktober 2010 | Kurniawati Jamaluddin
Seseorang menitipkan ini pada jejaring sosial di facebook, dan saya sangat tidak berkeberatan bila dia mau menitipkan satu untukku. Setidaknya untuk hadiah tanggal baru ini 'kan. Hai Oktober!
***
Tuhan menciptakan sejumlah sela di antara jari-jarimu untuk diisi oleh jari-jariku bukan?
Akulah telur-telur bening itu, yang menetas lalu menetes dari matamu setiap kali kau disakiti orang yang kau cintai.
Pernahkah kau disiksa ingatan yang payah? Saat hendak mengingat nama seseorang yang pernah sangat kau cintai, misalnya. Mungkin belum!
Dia akan mencintaimu sepanjang ususnya!
"Kau mau ke mana?" tanyaku kepada airmataku. "Ada orang yang sangat penting di matamu. Aku tak punya tempat di sana," jawabnya.
Berbahagialah jika kau sudah dilupakan oleh orang yang tak mampu kau lupakan. Ya, berbahagialah sebab ingatanmu lebih bagus.
Jika dia terlihat bodoh dengan meninggalkanmu, maka terlihatcerdaslah dengan merelakannya pergi!
I keep telling myself that I don't miss you, and that I don't love you, hoping someday I'll believe it. :)
...tapi Photoshop tak mampu mengedit hatimu, Sayang!
PEDOPHILIA MASOCHIST: bahagia disakiti abege labil. Ada yang mau bergabung? :P
Siapa namamu hari ini, Nona? Saya mau menyapamu.
seberapa lapangpun dadamu menunggu, rinduku selalu tak mampu kau tampung.
Di senyummulah matahari sore yang lelah itu meminjam kehangatan.
Sebab kelak mungkin aku tak lagi punya alasan untuk merindukanmu, maka aku merindukanmu sekarang--dengan sangat.
Pagi ini saya memilih kau beri sarapan daripada harapan. Saya lapar, Sayang!
Hei, kamu mau ke mana? Aku belum bangun! Maukah kau menemani mimpiku beberapa menit lagi?
Besok subuh aku mulai berangkat ke sejumlah kota. Untung kau cuma kenangan, aku bisa membawamu ke mana-mana!
Tuhan, aku tahu Kau mencintaiku, tapi bolehkah kita berteman saja?
0 komentar:
Posting Komentar