Yang mana?
Sabtu, 14 Agustus 2010 | Kurniawati Jamaluddin

Pernah menyayangi orang terlalu dalam? Saya pernah.
Pernah mencintai orang yang tidak jelas apakah dia mencintaimu juga atau tidak? Saya pernah.
Dan saya tau, saya tidak sendirian. Kau juga pernah merasakannya 'kan?
Kalau pernah, kau akan mengerti betapa perjuangan mendapat cinta itu sangat berarti. Meskipun terkadang, perjuangan itu tidak berakhir bahagia, kau akan tetap bisa tersenyum karena suatu hal. Ya, kau jadi bisa menyadari kalau sesungguhnya memang dia bukan jodohmu dan bersiaplah membuka hati yang selama itu sudah terkunci rapat karena menunggu seseorang yang tidak kunjung sadar atas aura cintamu yang luar biasa. Benar, Tuhan maha Adil, Dia tidak akan membiarkanmu hidup sendiri, apalagi mati sendiri.
Tapi ketahuilah, disaat kau betul-betul give-up atas perasaan itu, kau tidak bisa betul-betul melupakan perasaanmu kepada dia, percayalah, melupakan seseorang yang kau cintai dan telah kau dapatkan akan lebih mudah dibandingkan seseorang yang kau kagumi namun tak sempat kau dapatkan. Tidak usah merasa bersalah, it's normally. Kau hanya tinggal berusaha mencintai orang yang juga mencintaimu dengan penuh kepastian dan tentunya ketulusan.
Namun kadang kala, seseorang yang telah membuatmu kagum itu akan kembali menarik perhatianmu di saat kau telah bersama orang lain. Tidakkah itu menyebalkan? Tapi tentu saja kau akan terpekik senang dalam kesebalanmu itu. Kau tau apa akhirnya? Kau akan memikirkan segala macam cara agar bisa bersama dia. Tidakkah indah mendapatkan orang yang dari dulu kita incar? Tidakkah bahagia mendapati orang yang setengah mati kita kagumi kini memberi respon terhadap perasaan kita?
Tapi kawan, tidakkah kau ingat cinta yang kemarin menjemputmu dengan sangat tulus? Tidakkah kau ingat cinta baru yang kemarin juga kau sambut dengan penuh rasa sayang tak terdefinisikan? Sekarang, apa salah bila akhirnya kau menerima cinta baru yang sempat membuatmu terkesima? Meskipun kau belum betul-betul bisa melupakan orang yang katamu kau cintai dengan sepenuh jiwa dan raga. Tapi, tidakkah itu sungguh tidak adil bagi cinta baru itu? Aaaaaaaaaaaaaah, nah, tidakkah kau ingin terjun bebas?
Bila kau disuruh memilih, kau sendiri akan memilih yang mana, cinta yang kau harapkan meski tak menjanjikan kepastian atau cinta yang mengharapkanmu dan menjanjikan kepastian yang mutlak? That's a though question. Dicintai oleh orang yang kita cintai adalah hal yang amat sangat membahagiakan, bukan? Apa tidak ada pilihan seperti itu? Ah susaaaah.
Saya rasa, saya sedang berbicara tidak sehat saat ini. Hanya ada masalah dan solusinya tak kunjung ditemukan. Buka hati, buka pikiran, temukan jawaban dari semua pertanyaan rumit yang menjebak ini.
Hey! Tidakkah semua yang kau jalani dengan cinta barumu akan berujung sia-sia bila kau terus ngotot seperti ini? Mantapkan hatimu dan sosok bayangan itu perlahan akan menjadi nyata. Ini sama saja dengan membandingkan cinta tak terbalas dengan cinta tulus yang penuh KEPASTIAN. Lalu?
2 komentar:
seandainya ini tentang kita'...
brarti saya keak pelarian jii saja dari cinta ta' yang tak terbalas...
:D
yeah, i like it.. !!
saya sudah menduga ituu..
-,-
Posting Komentar