Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

M . A . L . A . S

Kamis, 26 Agustus 2010 | Kurniawati Jamaluddin


Assalamu 'alaikum.
Wah, apa kabar blog? Lama tak jumpa. Saya sangat kangen denganmu, kangen ngetik sambil curhat, kangen ngetik sampai pantat senut-senut, pokoknya saya kangen sama dirimu. Banyak hal yang terlewat dan tidak kubagi denganmu, maafkan atas kebiadapanku melupakanmu yah. Dan, maaf karena saya malas mengunjungimu.

Saya juga tidak tau pasti apa yang terjadi dengan saya belakangan ini, padahal kalau lagi di jalan atau dalam kondisi tidak memungkinkan untuk memposting pasti ada-ada saja ide-ide yang bisa jadi bahan untuk melahirkan sebuah mahakarya lagi tapi pas nyampe dan nyantai di rumah eh malah terlanjur M . A . L . A . S, akhirnya semua ide-ide cemerlang itu lenyap sudah aaaahh zzzzzz -,-

Huh. Awas ya, las. Kalau saya dapet, saya keroyok kamu biar gak asal nongkrong dekat saya lagi. Huh, sudah sok kenal, eeeeeh malah ngebawa-bawa saya lagi, huh. Eh, tapi kenapa juga saya mau diperbudak sama si malas? lol

Uh! Malaaaaaaaaaaaas, kamu siapa sih? Pleaseee, jangan jatuh cinta sama aku lagi ya, aku udah punya pacar! Jangan deket-deket aku lagi, aku sukanya sama Rajin bukan sama kamuuu, maaf ya *.*

***

Malas adalah penyakit mental. Siapa dihinggapi rasa malas, sukses pasti jauh dari gapaian. Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.

Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Rasa malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:
1. Membuat Tujuan
2. Mengasah Kemampuan
3. Pergaulan Dinamis
4. Disiplin Diri

Sumber: Rasa Malas dan Cara Mengatasinya oleh Edy Zaqeus. Edy Zaqeus telah menelorkan buku “Kontekstualisasi Ajaran I Ching” (Grasindo, 2004), dan dua buku lainnya yaitu “Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah” (Gradien, 2004), dan “Resep Cespleng Berwirausaha” (Gradien, 2004).

Tags: , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>