Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Salam Prihatin

Kamis, 05 Agustus 2010 | Kurniawati Jamaluddin

5th August 2010 at 9:05am in my classroom.

Tau tidak kawan? Bisamu cuma hina karyanya orang. Lagakmu kayak bisa buat sebagus itu, eh, ndak usah sebagus itu, buat yang seperti itumo saja. Bisa ndak? Hah, saya tau jawabanmu itu cuma elakan ndak masuk akal yang lagi-lagi meninggikan hal yang tidak pantas kau tinggikan. Kenyataannya kau itu cuma bagian dari orang gagal yang berfoya-foya dengan uangnya mace-pacemu.

Sadar ndak kalau kau cuma serendah itu? Sadar ndak kalau hanya itu yang bisa ko banggakan? Sadar ndak kau tertawa menghina orang yang jauh berhasil dari pada kau? Sadar ndak mencoba untuk mencicipi berhasil saja ko tidak pernah, apalagi mencicipi yang rasanya berhasil? AH, pastinya kau tidak sadar karena kau terus saja seperti itu, congkak di tengah-tengah orang yang seharusnya bisa lebih congkak berkali-kali lipat. Tapi tau tidak kawan, hanya orang-orang seperti kau yang punya sifat congkak, sok, baek dipelitir pake tang. Hemh, salam prihatin untukmu kawan.

Oh iya, maaf tadi saya terlalu jujur bilangiko dengan kata yang tidak ada di kamusku, karena kukira dengan kata 'itu'ji baru bisako berhenti nyerocos, tapi saya lupa kalau itu kata biasa sekalimi di telingamu, jadi ko terimaji dengan seikhlas hati. Hahaha kasian betul, di saat orang baku hantam karena dibilangi dengan kata 'itu' kau cuma diam seolah itu kata pantas untuk kau. HAHAHAHA. Sekali lagi, salam prihatin untukmu kawan.

NB : Terkadang, bicara 'kotor' pada orang yang pantas itu bisa membuatmu lebih baik.

Tags: , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>