Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Apa Luka Ini Membutuhkan Hatiku, Sayang?

Kamis, 11 Juni 2015 | Kurniawati Jamaluddin

Seperti yang kukatakan, semua sakit yang kauberi akan kuterima dengan lapang. Saya tak akan memaksamu untuk membantu aku menyembuhkannya, sebab, duh sayang, sakit ini sakit yang taktersembuhkan. Tapi tenanglah, meski taktersembuhkan sakit ini tak akan membuatku wafat _mungkin hanya akan membuat jalanku sedikit pincang; ya, sakit ini juga tak akan memutuskan hubungan menyenangkan kita, Ia hanya akan menghancurkannya sejenak lalu kembali berdiri di atas puing-puing hatiku yang tersisa _bila masih.
Sungguh, tenanglah.

Biar kuberitahu sayang, sakit semacam ini taktahu kapan kambuh apalagi sembuh; maka kubiarkan boroknya luka yang kauberi ini mengering sendiri. Mungkin akan berbekas sepanjang hayatku tapi usah kaupikirkan.
Sungguh, tak apa.

Saya akan berlapang dada ( _selapang tawamu menggoreskan duka di dadaku yang lapang); merawat luka ini sendiri bahkan tanpa bantuan obat merah sekalipun. Satu yang kutahu, luka ini tak akan kering tanpa membalas segala sakit yang terberi, tapi lagi-lagi tenanglah sayang, saya sungguh takpunya daya untuk mencelakaimu; jadi kukorbankan dadaku sekali lagi untuk tersayat. Akan kubuat dadaku mati rasa sebab sakit yang terlalu ( _seperti kau yang dengan begitu entengnya menganggap semua yang kaulakukan sudah berlalu).
Sungguh, sayang.

***

Di sini sayang, telah kumakamkan dadaku beserta isinya. Hubungan ini tentu taklagi membutuhkan hatiku 'kan?

Tags: | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>