Balasan Yang Datang Terlambat
Jumat, 22 Februari 2013 | Kurniawati Jamaluddin
Saya membaca sajak yang kaukirimkan untukku hanya lewat sebuah ponsel butut yang keypadnya sudah terkikis beringasnya jempolku. Tepat dua hari sebelum kepergianmu dan sehari setelah pertemuan gagal kita. Iya, saya sudah membacanya. Terima kasih untuk kata maaf yang terlalu indah :)
sajak maaf buat perempuan(ku) dengan huruf – q – di awalnya
malam sebelum sekarang kita mengulum janji di atas karang untuk sebuah temu sebelum malam. menentukan tepatnya waktu agar kedua bahu kita dapat merapat dan saling mendekap. rinduku tak kunjung usai seperti usia yang sia-sia membenci lusa. sebab hari setelah esok ada nafasku sesak meninggalkan jejak-jejak sajak yang belum khatam kusulam; di matamu.
lalu ludahnya langit menyudahi tatap yang tak sempat. seperti luka kaki anak lelaki yang lunglai balik kerumah karena tergores batu cadas, atau seperti penyair yang kehabisan dawat sebelum membait di atas kertas; pelukku kandas; ke dadamu.
kalaulah tuhan menjadikanku tuhan walau setahun, jejarum jam akan kurajam dalam hutan-hutan–sebab mereka kejam membiarkan dua jiwa menjadi kusam. lalu kuganti dengan kalender warna yang begitu merah. agar sepanjang harihari bisa kita rantai untuk saling mencintai.
:
ada pesan singkat yang sempat kuselip di antara ramainya kotak masukmu. barangkali tiga-dua kata dalam satu kalimat singkat. kalau tak silap, aku menyebutnya dua kali. karena selebihnya, akan kukatakan lewat kecupan hangat di keningmu.
:
maaf telah membuat lelah tubuhmu sore tadi. maaf telah mengundang titiktitik peluhmu ke dahi. juga maaf telah menjatuhkan (cintaku pada)mu sejauh ini; ke hati.
Makassar, 2013
Posted Yesterday by KARAENG KRIBO
Saya ingin membalasnya juga dengan sekumtum sajak yang masih berembun sesegera mungkin. Tapi saya taktahu sejak kapan mengidap penyakit 'takbisa-menulis-dengan-baik-setelah-membaca-tulisan-kece' olehnya itu hanya bisa membalasnya dengan pesan singkat di social media tempat kita mengecup rindu. Sampai jumpa!
04:15pm, Thu 21/02/2013
Kata-kata seolah
taksudi dirangkai oleh
penerima ole-ole
maaf dari seorang kawan yang hampir oleng
karena menjatuhkan hati.
Ia merasa cukup dengan rindu
sewindu
yang tersampaikan dengan sendu.
Semoga kali lain mereka bertemu di tempat yang teduh.
Tags: seikatsajak, Tentang Seseorang | 0 komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar