Umh, sekarang?
Jumat, 30 Juli 2010 | Kurniawati Jamaluddin
Umh, lucu sekali rasanya bila mengingat ketika kita terbahak-bahak membayangkan bagaimana bila ini berakhir nantinya. Bagaimana tidak, dengan sejuta cinta yang kita punya dulu, terbersit untuk mengakhiri ini saja tidak pernah. Sekarang, apakah masih seperti itu?
Aneh sekali rasanya ketika mengingat bahwa kita adalah jodoh yang sebentar lagi akan berakhir di pelaminan lalu memiliki anak lalu cucu dan akhirnya kita meninggal satu per satu dengan kadar cinta yang masih sama. Ya, kita selalu berpikir bahwa kita akan hidup dengan rintangan yang akan dengan mudah kita hadapi. Sekarang, apakah hal itu masih berlaku?
Saya tidak cukup yakin kalau pertanyaanku di atas itu akan kau jawab dengan kata IYA bila kau terus seperti ini, kau yang sekarang terlalu asing!.
Kenapa sih kau selalu berpikir yang tidak pernah terpikir olehku? Jangankan memikirkannya, mengetahui ada kalimat seburuk itupun tidak pernah! Bisa sebentar saja berhenti meragukanku? Ah.
4 komentar:
sekarang atau kelak nanti jawaban kuu akan tetap sama untuk mu, IYA... !!!
:((
maaf kan ka' atas sikap kuu'.. !!
baguslah. Dimaafkan. Se sayang lo, ngong!
se juga ratu songong kuu'...
se sayang kii'... !!
ihi asikeeee, baku sayang-sayangmi eeh, dulu itu baku tobo'-tobo' ji :D
Posting Komentar