Ammaca, Membaca, Reading!
Minggu, 25 Juli 2010 | Kurniawati Jamaluddin

Heeeeyyaaaa my dearblog. Berapa hari saya meninggalkanmu my sweetyblog?? Hehe sorry yah? Kamyuu gak karatan atau jamuran 'kan? Palingan cuma berhantu heheheh.
Akhi-akhir ini emang lagi gak moood banget buat online, saya lebih tertarik dengan tiga buku yang meraung-raung minta dibaca. Tiga buku yang berbeda genre tapi sama-sama asyik buat dibaca dengan kondisi mood yang sudah sedemikian gak asyiknya >,< Buku-buku yang meraung-raung itu adalah :
-Andromeda oleh Nisa'ul Kamilah Chisni
-57 Detik oleh Ken Terate
-How To Think Like Einstein oleh Scott Thorpe
***
Judul Buku : Andromeda. Repihan Kisah di Balik Suksesi Kepemimpinan Nasional Mei 1998. Penulis : Nisa'ul Kamilah Chisni
Penerbit : Garasi
Genre : Resist
Tebal Buku : 202 Halaman
Novel ini menceritakan tentang seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang merupakan pengurus Senat Mahasiswa dan juga oratur ulung di hampir setiap demonstrasi, namanya Andromeda Fadilla. Andromeda yang akrab dipanggil Meda memiliki sahabat karib yang berbeda ras dengannya bernama Zou yang kuliah di Tri Sakti. Mereka bertemu saat aksi demonstrasi, mereka berdua sama-sama orator wanita yang ulung sehingga menempatkan mereka sebagai 'orang-orang berbahaya' bagi pihak-pihak yang berseberangan dengan gerakan mahasiswa, rezim Orde Baru.
Di tengah-tengah perjuangan Meda dan orang-orang yang menginginkan pergantian rezim Orde Baru telah sampai di ujung batas kemanusiaan, Meda mendapatkan kejutan-kejutan yang begitu membuatnya gusar pada seorang Bapak Tua yang tengah memimpin negara ini. Saat Meda terluka akibat tembakan dari aparat, Ia menemukan Zou dalam keadaan tidak waras dengan bekas pemukulan di sekujur tubuhnya dan vaginanya berdarah. Belum lagi hatinya mengikhlaskan keadaan sahabatnya, Meda melihat ayahnya yang telah lama Ia cari mati di depan matanya. Hidupnya dicabik-cabik dengan ganas oleh rezim ini, rezim yang mengintimidasi orang keturunan seperti Zou, rezim yang membodohi banyak orang 'cerdas' selama berpuluh tahun, rezim Orde Baru.
Novel ini menceritakan kilas balik tragedi memilukan Mei 1998 yang telah menumbalkan banyak korban dan menjadi tonggak bagi reformasi di Indonesia. Dengan referensi yang kaurat, novel ini berhasil memancing otak saya untuk berspekulasi, penulis sangat lihai mengolah data akurat menjadi sebuah narasi yang apik dan menghibur. Excellent!
***
Judul Buku : 57 Detik.
Penulis : Ken Terate
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : Teenlit
Tebal Buku : 232 Halaman
Teenlit ini menceritakan tentang tiga orang remaja yang dipertemukan dalam suatu peristiwa yang tidak pernah hinggap di pikiran mereka, jangankan hinggap melintas pun tidak pernah. Siapa yang mau berpikir kalau kotanya akan diguncang gempa dahsyat? Namun ternyata, gempa 57 detik yang merubah Kota Pelajar Yogyakarta menjadi puing-puing akhirnya menjadi moment terindah dalam drama pertemuan Aji, Ayomi, dan Nisa.
Favorite Quotations :
-Kalau kamu lahir di keluarga berbakat, kamu bakal ngerti betapa capeknya jadi pecundang.
-Berat untuk gagal saat ello adalah yang terbaik.
-Kalau mau dapat sesuatu, ya kamu harus berjuang untuk mendapatkannya.
-Bila punya kekuasaan, kamu bisa berbuat lebih banyak.
-Betapa pentingnya untuk tidak sendiri.
-Tuhan, kalau benar ini semua cuma mimpi yang akan menghilang besok pagi.
-Tak pernah ada seperti ini. Pagi saat aku bangun tanpa tau apa yang harus kulakukan setelahnya.
-Perasaan berguna. Semua orang butuh itu 'kan?
-Akhirnya gue tau apa yang gue inginkan, setelah gue capek memenuhi harapan orang lain.
-Aku sadar aku sangat sayang pada keluargaku, meski mereka sama sekali tidak keren.
***
Judul Buku : How To Think Like Einstein.
Penulis : Scott Thorpe
Penerbit : Interaksara
Genre : Pengembangan Diri
Tebal Buku : 278 Halaman
Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang cara-cara berpikir ala Albert Einstein. Dalam buku ini kita diberi siasat serta tekhnik-tekhnik untuk memecahkan masalah yang membingungkan dengan cara unik.
Scott Thorpe membantu kita melalui proses membebaskan diri dari 'kemapanan aturan-aturan' sehingga mampu membayangkan solusi yang paling gila tetapi mungkin paling penting, seperti :
-Berpikir cara kutu
-Mengorganisasikan pesta
-Belajar main poker
-Pura-pura menjadi James Bond
-Bersikap sebagai Jutawan.
***
Nah itu dia buku-buku yang memiliki genre yang jauh berbeda yang menemani malam-malam saya. Sekarang, saya kembali konsentrasi dengan organisasi dan tanggung jawab saya sebagai sekretaris kelas, hehehe. Soal belajar menghadapi UN? Saya tidak terbiasa untuk itu -,-
Have a nice day, taws!
0 komentar:
Posting Komentar