Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Ah, kau telah tiada!

Selasa, 01 Juni 2010 | Kurniawati Jamaluddin


01 06 2010
Drs. Hasanuddin
Dg. Situju


"Rabbana Atina Fiddunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah Wa Qinaa Adzaa Bannaar..." Suara pak Sukir terdengar menonjol di antara samar-sama suara isakan kecil dari pelayat. Saya hanya tertunduk. Gundukan pasir dengan nisan itu terlihat begitu membuat hati saya perih. Ya, guru berkumis tebal yang ramah penuh tawa itu terbaring dengan lilitan kafan di dalam gundukan tanah bernisan di depan saya ini. Ah, dia telah tiada!

Kurelakan jam pelajaran untuk berangkat ke Jeneponto, sekedar melihat wajahnya untuk terakhir kali. Melihatnya tertidur lelap, pulas, tak bernyawa. Ah, dia telah tiada! Air mataku menetes sukses, dia berbaring dengan sekeliling orang yang berwajah sembab. Kusentuh kakinya yang kaku, hatiku berdesir. Wajahnya terlihat damai. Sekelebat kenangan yang sempat tertoreh kini terasa begitu memilukan,

"Bagus ji kameramu? Ndak mauka' syuting kalau tidak ada skenariomu! Berapa ko bayarkanka' ini?" Ya, itulah ucapmu sambil tetap menghimpit rokok di bibirmu yang menghitam ketika kita bersama-sama membuat film, pak! Ah, kau telah tiada!

Sekarang, jasadmu telah terkubur bersama tanah yang sempat kupegang itu, aku harap kau senang di dunia terakhirmu ini. Oh ya, bukankah kau tidak tau? Tempatmu bersemayam ini adalah kuburan terakhir yang mendapat izin di tanah subur ini. Karena tidak lama lagi tempat ini akan ditutup karena akan dibuat tempat pacuan kuda. Dengan pemandangan asri, hijau, dan sejuk, Aku yakin, kau tenang di sini!

Ah, tidak!
Aku lupa, Bukankah tempatmu di sana jauh lebih indah? Ya, di sana, di akhirat sana emmhh ya di surga, pak! Kau akan jauh lebih tenang di sana, selamat telah menemukan kehidupan sesungguhnya. Kami menyayangimu, pak! Tapi Allah SWT lebih menyayangimu, baik-baik di sana ya, pak! Dagh.

Air mataku menetes lagi, gundukan tanah itu kini berwarna-warni dengan hiasan bunga dan dedaunan. Ah, kau telah tiada!

Jasadmu boleh terkubur, tapi kenangan tentangmu? Tidak akan pernah. Percayalah.

SELAMAT JALAN, PAK :')

Tags: | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>