Masih tentang kau, Pak!
Sabtu, 01 Februari 2014 | Kurniawati Jamaluddin
Tangisan malam ini dan malam-malam kemarin masih bercerita tentangmu, Pak.
Kami masih setia menjadikan kebiasaan dulumu sebagai lara yang takmenemukan pelipur.
Pada pedih yang menjadikan pundak mama sebagai tempatnya bermukim, tersimpan ribuan naskah yang menjadikanmu tokoh utama.
Pak, di pusaramu kusiram tanah yang menguburmu dengan rintik-rintih tangis jelmaan butir-butir tasbih yang senantiasa mendoakanmu. Al-Fatihah.
Tags: bapak, sad | 0 komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar