Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Kematian Bapakku

Selasa, 08 Oktober 2013 | Kurniawati Jamaluddin

Sebelumnya, akan kuberitahu lebih dulu.
Bukan, bukan kauyang kuberitahu,
tapi saya, diriku sendiri.
bahwa:

Bapakku di hari ke 20 pada bulan Agustus yang lalu tepat pukul 13.00 WITA, telah dijemput kematian.
setelah ini, akan kuberitahu pada kautentang mengapa kematian bapakku harus kuberitahu pada diriku.

Sayang...
Kematian bapak tak membuatku berlarut-larut dalam kesedihan, saya tak punya waktu untuk itu.

Kematian bapak membiarkanku terus hidup,
memberikanku waktu untuk menarik nafas sesekali, juga
menyilakanku untuk tertawa satu dua bahak.
Kematian bapak juga membiarkanku mengikir kuku di salon atau
sekadar memblow rambut, bahkan
membiarkanku menonton film horor juga berkencan.  

Sayang...
Kematian bapak tak membuatku berlarut-larut dalam kesedihan, hanya membuatku lupa bahwa saya adalah seorang yang pelupa.

Kematian bapak adalah kematian yang paling licik.
Ia membiarkanku percaya bahwa kematian bukan milikku
dan orang-orang di rumahku
Ia membiarkanku terus-menerus menipu diri bahwa
bapak hanya belum sampai ke rumah
Ia membiarkanku bersabar dan menasehati diri bahwa
menunggu adalah pekerjaan yang baik

tapi kemudian...
Ia membiarkan luka menggerogoti dukaku yang paling palung
Ia mendorong pedih menyetubuhi sedihku yang paling dalam
karena pada akhirnya,
Ia memaksaku sadar, bahwa:
kematian telah menjadi miliki bapakku!

***

"Bukanka' janda, ada suamiku..." ucap mama suatu ketika, musim hujan lebih dulu hinggap di matanya. Kematian bapaklah yang membuat matanya menjadi langit yang terus dirundung mendung.

Amboi, ...
lihatlah, betapa mamaku berhasil dikelabui oleh kematian bapak.
Al-Fatihah.



Tags: | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>