Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Mata, Kata, dan Kita?

Selasa, 10 September 2013 | Kurniawati Jamaluddin

Mata:
Entah karena alasan apa tetiba matamu betah menatap mataku sejak pertemuan kita kali pertama setelah bertahun-tahun tak lagi saling tahu-menahu kabar. Setelah pertemuan itu, kauterus mencari alasan untuk pertemuan kedua, ketiga, keempat, kelima?

Kata:
Mata adalah alasan kata terucap dari mulut yang mencari-cari kisah untuk dituturkan. Lalu kita sama-sama menjual kisah masa lalu untuk sebuah pertemuan bising dengan percakapan melalui mata. Kita tak ada di masa depan kau ataupun aku, itulah mengapa pertemuan kita hanyalah tentang menerka masa lalu.

Kita? (ah, kau dan aku):
Mata dan kata adalah alasan tangan kram karena bersikeras menularkan hangatnya perasaan yang tak dapat aku dan kau terka;
Mata dan kata adalah alasan rindu kembali menagih janji untuk kembali bertemu menyatukan aku dan kau dalam leburan senyum yang selalu tak sempat bersemu;

***

Mata lalu bising meminta kata sudi mengeja r-i-n-d-u meski harus terbata-bata.
Namun pada akhirnya, kausegera mengingatkan bahwa aku dan kau hanyalah puing-puing kita atas nama adrenalin. Itu saja, tidak lebih.

Tags: | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>