Memucuk Cinta
Minggu, 10 Maret 2013 | Kurniawati Jamaluddin
Tiba-tiba, saya berpikir ingin memiliki hubungan yang dipenuhi pucuk surat: Merah. Beringkuk pasrah. Mungkin dengan beberapa hiasan kecil berbentuk pita.
Juga penuh degup jantung yang gugup
Juga peluh yang tetiba gagap.
Tiba-tiba, saya berpikir ingin memiliki hubungan yang dipenuhi pucuk surat: Biru. Bersemu sayu. Mungkin dengan beberapa gambar awan yang saling memburu.
Seperti hubungan Barret dan Browning yang menyimpan 574 pucuk surat penuh cerita tak berestu dan rindu.
Tiba-tiba, saya berpikir ingin memiliki hubungan yang dipenuhi pucuk surat: Coklat. Bertatap pekat. Mungkin dengan beberapa suara tawa yang lamat.
Kelak, pucuk-pucuk surat itu akan mengabadikan kenangan yang mungkin lapuk karena usia yang lupa.
Tiba-tiba, saya berpikir ingin memiliki hubungan yang dipenuhi pucuk surat.
Pucuk-pucuk itu yang akan mencucukkan keindahan cinta: pada cucu-cucu kita.
Kelak.
0 komentar:
Posting Komentar