Kita Sama-Sama Tau!
Kamis, 21 April 2011 | Kurniawati Jamaluddin

Kita sama-sama tau,
Betapa menjengkelkannya baris panas-panasan di lapangan pas upacara
Betapa menjenuhkannya setelah rela panas-panasan malah dengar celoteh si bapak itu
Kita sama-sama tau,
Betapa menyenangkannya ketika guru tak masuk
Betapa membahagiakannya ketika kita berkumpul menimbun dosa karena bergosip
atau sekedar main kartu UNO
Kita sama-sama tau,
Betapa Baldiah, Ayu, Ika, dan...(mungkin saya) membuatmu kesal karena suara khasnya
Betapa Aidir dan Pandi membuat Lidya setengah mati gondok karena perbuatan rese'nya
Kita sama-sama tau,
Betapa Tami babi sebegitu lalotnya
Betapa Ayu juga seperti itu
Betapa Sandra juga demikian
Kita sama-sama tau,
Betapa Saya dan Babi teman bangku paling gila foto
Betapa Tami dan Acos teman bangku paling ajaib
Betapa Ari dan Ali teman bangku paling mesum
Betapa Desta dan Baldiah teman bangku paling kasar
Betapa Ana dan Sandra teman bangku paling akur, rukun dan sejahtera
Betapa Anti dan Devi teman bangku paling selalu bombe'-bombe'
Betapa Ika dan Widya teman bangku paling tidak dekat
Betapa Lidya dan Ayu teman bangku paling tidak cocok tapi cocok
Betapa Aidir dan Pandi teman bangku paling rese'
Betapa Raymond dan Rahman teman bangku paling beda
Betapa Tuti dan Lusi teman bangku paling pendiam (ehem)
Kita sama-sama tau,
Tidak banyak kenangan indah di kelas kita itu
Tidak banyak keakraban dan kedekatan yang kita jalin
Tapi,
Kita sama-sama tau,
Berpisah-pisah tentu bukan juga pilihan yang baik
Bercerai-berai tentu bukan juga akhir yang cocok untuk kisah sederhana kita ini
Dan,
Mungkin kita sama-sama tau,
Terkadang, perpisahan memang selalu dekat dengan keakraban.
Ketika kedekatan itu mulai terjalin indah
Perpisahan menyapa kita seketika
Kalian bukanlah teman kelas yang cukup indah untuk dijadikan cerita masa depan
Kalian juga bukanlah teman kelas berkesan yang selalu kukenang dalam ceritaku
Tapi,
Kalian serpihan cerita yang akan tersimpan rapat dan pada suatu saat nanti kita akan menyambungnya menjadi cerita dengan beribu-ribu episode seperti sinetron-sinetron yang tidak kusukai itu. Yang berbeda hanyalah, mungkin cerita kita akan lebih masuk akal dibanding tontonan picisan itu.
Ah,
Saya tau,
Hari ini saya tidak mau bergalau-galau.
Tapi kawanku,
Saya tau,
Saya terlalu naif untuk mengakui bahwa betapa waktu yang kuhabiskan bersamamu bukanlah kisah yang berharga tapi membuatku belajar menghargai sekecil apapun hubungan pertemanan itu.
Dan oh astaga!
Kita sama-sama tau,
Meski kita selalu di cap sebagai sekumpulan orang yang tak punya tujuan, arah hidup, cita-cita atau apalah itu namanya,
Kita sama-sama tau,
Kita bukan orang seperti yang mereka labelkan itu.
Kita punya mimpi dan punya cara sendiri untuk mewujudkan mimpi itu
Kita sama-sama tau,
Tidak ada seorang pun yang berhak melabeli kita tidak bisa mewujudkan mimpi kita hanya karena mereka (merasa) lebih mampu!
Kita sama-sama tau,
Kita tidak akan sekelas lagi
Kita tidak sekantin lagi
Meski,
Kita sama-sama tau,
Suatu saat akan ada morfem 'se' lagi di kehidupan kita selanjutnya!
0 komentar:
Posting Komentar