Ketika Sesuatu Merebut Diriku
Senin, 25 April 2011 | Kurniawati Jamaluddin
Belakangan ini saya kehilangan diriku
Entah karena tidak punya waktu untuk diri sendiri
Atau karena yang lain
Saya masih seperti dulu
Tertawa seperti dewa tawa melulu berpihak padaku
Berbicara seperti saliva tak pernah putus mensponsori mulutku
Tapi,
Kekosongan yang menyebalkan itu selalu hinggap ketika bibirku merenyahkan tawa
Kehampaan yang mengerikan itu selalu menyelinap ketika mulutku meresahkan kata
Tadi malam
Ketika tukang ronda mengetuk tiang listrik dekat rumahku tiga kali
Ketika semua penghuni rumahku telah bergulana dengan bunga tidurnya
Saya masih berdiri di balkon
Menyerap dingin
Menghitung ingin
Saat-saat seperti inilah
Saya mendapati tubuhku merasa damai
Saya melihat tubuhku menggapai nyaman
Ketika bayangan pohon terlihat begitu artistik
Ketika suara erangan kucing terdengar begitu syahdu
Ketika bintang kemilaukan sinarnya
Ketika bulan mengecup mataku dengan lembutnya
Saat-saat seperti inilah
Saya mendapatkan diriku kembali
Saat dimana saya sadar
Betapa tidak ada yang peduli selain jiwa malangku sendiri
Mungkin
Ini saatnya kembali sendiri
Menikmati saat-saat ketika playlist yang menjadi kawan terbaik
Meresapi saat-saat ketika permainan tetris menjadi begitu menghibur
Mengosongkan semua agenda yang telah terencana
Mungkin
Ini saatnya kembali merebut diriku.
0 komentar:
Posting Komentar