Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Tepat Di tanggal Ini

Selasa, 22 Maret 2011 | Kurniawati Jamaluddin


March 22, 2011 at 11.20pm

Apa kau baik-baik saja di sana?
Sepertinya ya, semoga.

Wajah bercahayamu kala itu, cukup menenangkan kami
Meski tanpa isyarat kau meninggalkan kami
Mulut komat-kamitmu itu tak dapat berdusta
Kau tau masamu telah dekat.

Ketika kau terlihat begitu merutuki perihmu
Betapa tak ada yang kuinginkan selain melihatmu tenang
Tapi ketika kau tenang saat subuh bulan itu
Betapa tak ada yang kuharapkan selain melihatmu kembali mengeluh
saya memang plin-plan belakangan itu.

Saya tak suka melihat sekelilingmu menangis tersedu-sedan
Saya tak suka hingga ikut menangis
Dan menjadi bagian dari mereka yang tak kusukai

Nek, mereka menangisimu! Apa yang salah denganmu?
Mereka memandikanmu
Membungkusmu
Tapi kulihat kau tersenyum begitu damai meski beku
Mungkin itu yang kau inginkan.
Jadi, saya menangis lagi. Lebih deras. Lebih miris.

Betapa masih jelas di sudut ingatanku
Di sudut kamar itu kau biasa terlihat lelap
Meski mulutmu membisikkan dzikrillah berulang-ulang
Dan kini,
Masih di sudut ruang itu
Kau dikelilingi orang yang membisikkan dzikrillah dengan haru untukmu
Berulang-ulang hingga lelehan tangis itu terdengar ikut mendoakanmu.

Kukirimkan lagi doa untukmu.
Meski doa tak terbendung membanjirimu.
Damailah nek, lelaplah!

Tags: , , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>