Sayang,
Kamis, 11 November 2010 | Kurniawati Jamaluddin
Sayang,
Biarkan saya meminjam bahumu lagi.
Mataku banjir sekarang
Takkah kau mau menawarkan satu saja dari dua bahumu itu?
Sayang,
Biarkan saya meminjam tanganmu lagi
Mataku banjir
Takkah kau mau menawarkan satu tanganmu mengusap kepalaku?
Sayang,
Biarkan saya meminjam suaramu
Mataku banjir
Takkah kau mau memberiku kata syahdu menentramkan?
Sayang,
Biarkan saya meminjam telingamu
Mataku banjir
Takkah kau mau mendengar keluhku dengan salah satu telingamu?
Sayang,
Biarkan saya meminjam bibirmu
Mataku banjir
Takkah kau mau mengecup dahiku sebentar saja?
Sayang,
Biarkan saya memilikimu
Saya amat rapuh.
Tags: seikatsajak | 0 komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar