Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Kesibukan Yang Membelenggu

Selasa, 09 November 2010 | Kurniawati Jamaluddin


Ini siang pertama saya berada di rumah setelah sekian lama saya selalu pulang ke rumah saat bulan sudah bertugas. Ternyata rumah saya terlihat teduh saat siang hari, catnya yang mulai luntur terlihat agak berkilau tertimpa cahaya matahari yang juga mulai agak memudar. Berapa lama saya tidak melihat rumah saya dalam kondisi seperti ini? Saya tidak cukup ingat.

Kegiatan yang menyibukkanku kini mulai agak melonggar, saya juga sudah berjanji kepada mama untuk tidak lagi sibuk seperti dulu karena biar bagaimanapun sekolah adalah yang paling utama, itu kata mama.

Kalau lagi nyantai begini saya selalu berpikir betapa asyiknya bila saya tidak hanya menghabiskan waktu di depan komputer, saya mau kesibukan apa saja yang bisa membuat badan saya terus bergerak, keringat mengucur, mulut yang berkomat-kamit dan pikiran yang tidak kosong. Saya selalu mau itu, tapi saat saya dihadapkan dengan kesibukan yang membuat tulang remuk saya tidak henti-hentinya mengeluh agar kesibukan ini segera berakhir. Saya memang agak aneh untuk urusan yang satu ini.

Saya teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat memimpin rapat, teman saya menelpon saya menggunakan nomor baru. Awalnya saya tidak tau siapa yang menelpon saya, dia pun tidak berbicara, akhirnya saya langsung bilang kalau saya lagi sibuk dan saya menutup telponnya dengan segera. Tidak lama kemudian, teman saya itu mengirimkan saya sms menggunakan nomor yang dipakainya menelpon saya tadi, dia hanya bilang makasih lalu menulis namanya. Hal itu sempat membuat saya shock karena saya tau jelas itu bukanlah ucapan terima kasih dalam arti sesungguhnya.

Kejadian itu menyadarkan saya, saat sibuk-sibuk begitu saya tidak lagi memikirkan hubungan sosial saya dengan teman-teman saya di luar sana. Itu artinya, kehidupan saya mulai tidak seimbang, dan itu adalah berita buruk!

Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan semua yang telah dirampas oleh kesibukanku yang dulu. Maksudku, mengembalikan semua yang telah dirampas oleh egoku sendiri.

Toh, menghentikan kesibukan tidak berarti berhenti memiliki dan mencari pengalaman dan kenangan 'kan, Quruw?

Tags: , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>