Untuk Dua Malaikat yang Terbuang
Rabu, 28 April 2010 | Kurniawati Jamaluddin
Hari ini bimbang.
Dadaku bergejolak kuat
Ingin rasanya menumpahkan semua keluh kesah
Yang selalu berhasil membuatku gundah.
Menjadi seorang yang merasa terbuang itu sangat tidak mengenakkan, sungguh.
Tidakkah kau mendengar?
Setiap hatiku menjerit ketika kau tak menggubrisku?
Tidakkah kau melihat?
Betapa mataku memerah ketika kau tak ingin sekedar melihat apa yang kulakukan untuk membuatmu bangga?
Tidakkah kau merasa?
Bila kau bungkam ketika ku semangat bercerita tentang semua yang telah kucapai?
Kini, aku lelah. Sungguh.
Anakmu yang katanya paling ceria dan mandiri ini rapuh juga.
Dan ternyata,
Aku tak sekuat yang kau bayangkan, mak!
Aku tak setegar yang kau pikirkan, pak!
Tak inginkah kau memberi sedikit dukungan untuk setiap kegiatan yang kulakukan? Bukan hanya sekedar pemberian izin untuk melakukan itu semua,
Tapi sedikit perhatian, tanyakan aku lihatlah aku.
Sungguh aku mengucapkan terima kasih untuk kepercayaanmu padaku,
Kepercayaan hebat yang sungguh membuatku begitu bangga memiliki orang tua sepertimu!
Tapi tolong, tengoklah, satu-satunya anakmu yang selalu memilih jalan berbeda dari anak-anakmu yang lain ini juga ingin melihat senyummu yang terkembang saat menyaksikanku.
Aku sangat ingin melihat senyum itu,
Senyum yang hadir karena melihatku.
Senyum penuh rona bangga.
Katakanlah Mak, Pak, katakan bahwa kau juga bersyukur memiliki aku!
Aku mencintaimu, sungguh !
*untukmu, dua malaikat yang entah karena dosa apa sehingga kalian diturunkan ke dunia untuk mengurusku : gadis tak tau berterima kasih T.T sungguh aku mencintaimu !
*diposting pertama kali pada note facebook : Wednesday, April 21, 2010 at 4:33pm
0 komentar:
Posting Komentar