Celengan Kata :

Ketika keisengan menghasilkan sebuah karya, bagaimana mungkin sebuah usaha kecil tidak menghasilkan apa-apa?

Semua Akan Indah Pada Waktunya? Cuih!

Selasa, 23 Juli 2013 | Kurniawati Jamaluddin

Malam ini tidak ada bintang, hanya ada ingatan-ingatan yang entah mengapa menolak dikecup lupa. Perbincangan absurd sekadar pencetak tawa, kalimat-kalimat klise yang menjambukan pipiku, atau tentang masa lalu yang melukai kekinianku dan masa depan yang meledek diri sendiri. Berputar; saling berebut tempat.

Seperti malam-malam melankoli biasanya, dingin mutlak menjadi alasan saya ingin berada di rengkuhmu. Menikmati aroma tubuh yang kuhafal tapi imajiku selalu tak mampu melafalkannya adalah detik-detik penyelamatan diriku atas kepergianmu. Saya jatuh cinta pada laku jantanmu saat tanganmu sempurna membungkusku utuh. Kita seharusnya bisa terbang sekarang, kalau saja rengkuhmu tidak meringkih.

"Sabar, semua akan indah pada waktunya..." ucapmu di salah satu petang yang lembap. Saya tertawa nyinyir, ah, kalimat klise itu lagi. Saya tidak suka! Saya butuh sesuatu selain menunggu, menunggu, dan menunggu.

...sebab menunggu telah kalap menghabiskan masa laluku dan takdir tak lagi membiarkanku menyerahkan diri pada seonggok kata berbunyi: sabar.

Bila waktu tak sudi mengindahkan kita, mengapa bukan kita saja yang mengindahkan waktu? Ayolah, sayang!

***

-tulisan yang entah mengapa berubah menjadi begitu emosional, mungkin karena saya tau bahwa kita kini (atau mungkin sejak dulu) hanyalah remah-remah kehidupan yang tak tau cara untuk hidup; menghidupi dan dihidupi.


Tags: , | 0 komentar

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

type='text/javascript'/>